Minggu, 11 November 2012

Gigi Keropos



Orang Indonesia menderita kerusakan pada gigi sebanyak 70-90 %. Jadi hanya sedikit masyarakat Indonesia yang bebas dari kerusakan gigi. Gigi keropos atau rapuh dialami sejak anak-anak. Pada anak-anak kasus gigi keropos terjadi pada saat mereka masih memiliki gigi susu. Penyebabnya sebagian besar karena pola hidup yang kurang baik, yakni tidak menggosok gigi dengan benar dan teratur. Atau bahkan lebih parah, malas menggosok gigi.

Selasa, 06 November 2012

Dialog Nabi Musa dengan iblis

Diriwayatkan dari Nabi Musa a.s. berada di dalam satu majelis. Kemudian saat majelis itu berlangsung datanglah iblis kepada Nabi Musa dengan menggunakan burnus. Yaitu baju dengan bulu yang melekat. Ketika mendekatinya, iblis melepaskan baju burnusnya. Lalu dia lantas menemui Nabi Musa dan berkata, “Assalamua’laika, ya Musa”


Nabi Musa menjawab, “Siapakah engkau?”
“Aku adalah iblis,” Iblis menjawab.

Nabi Musa berkata, “Apakah gerangan yang membuat dirimu datang wahai iblis?”

Alasan Ilmiah di Balik Larangan Khalwat Pria dan Wanita

Perintah untuk tidak berkhalwat (berdua-duaan) antara seorang pria dan wanita bukan mahram selama ini dipatuhi seorang mukmin sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi, jarang dari kita yang mengetahui alasan ilmiah di balik perintah itu.

Jumat, 02 November 2012

Misteri Natal

By Herbert W. Armstrong

Sekarang dari manakah kita mendapatkan kebiasaan memasang pohon Natal itu? Di antara para penganut agama Pagan kuno, pohon itu disebut “Mistletoe” yang dipakai pada saat perayaan musim panas, karena mereka harus memberikan persembahan suci kepada matahari, yang telah memberikan mukjizat penyembuhan.

Kebiasaan berciuman di bawah pohon itu merupakan awal acara di malam hari, yang dilanjutkan dengan pesta makan dan minum sepuas-puasnya, sebagai perayaan yang diselenggarakan untuk memperingati kematian “Matahari Tua” dan kelahiran “Matahari Baru” di musim panas.

Kata Bibel Tentang Pohon Natal


By Herbert W. Armstrong

Bagaimana Bibel berbicara tentang Natal, atau mencatat pandangan para murid Yesus atau bapak-bapak geraja awal. Jawabannya sungguh sangat mengejutkan bagi kalangan Kristen sendiri. Sebagaimana yang dikatakan Bibel (Alkitab) pada kitab Yeremia 10:2-4 yang berbunyi sebagai berikut:
“Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan.”
“Bukankah berhala itu pohon yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu?
“Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang.”

Yesus Tidak Lahir Pada 25 Desember


By Herbert W. Armstrong

Sungguh amat mustahil jika Yesus dilahirkan pada musim dingin! (Di wilayah Yudea, setiap bulan Desember adalah musim salju dan hawanya sangat dingin) Sebab Injil Lukas 2:11 menceritakan suasana di saat kelahiran Yesus sebagai berikut:

“Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, di kota Daud.”

Sejarah Natal


By Herbert W. Armstrong




Kata Christmas (Natal) yang artinya Mass of Christ atau disingkat Christ-Mass, diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran “Yesus”. Perayaan yang diselenggarakan oleh non-Kristen dan semua orang Kristen ini berasal dari ajaran Gereja Kristen Katolik Roma. Tetapi, dari manakah mereka mendapatkan ajaran itu? Sebab Natal itu bukan ajaran Bible (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk dalam ajaran Kristen Katolik Roma pada abad ke empat ini adalah berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala.