Senin, 14 Januari 2013

Untaian maaf terdalam

Sebegitu naif kah diriku,
hingga tak tahu ada bara di sekitarku
Sebegitu naif kah diriku,
hingga tak tahu ada cinta di hatiku
Sebegitu naif kah diriku,
hingga tak menyadari ada hati yang membenciku
ada hati yang tak menyukaiku
dan ada hati yang mengharapkanku

Naif...
Ataukah ketidakperdulian
Tidak perduli pada lingkungan sekitar, bahkan pada hatiku sendiri

Maaf…
Ku pinta pada hati yang pernah membenci,
karena diri ini pernah menimbulkan percik kebencian dihatimu
Senyum kutujukan pada hati yang pernah tak menyukai,
karena mungkin diri ini pernah lupa melemparkan senyum
dalam sapaan, dalam gurauan, dalam perjumpaan
Terimakasih dalam untaian maaf terdalam
Pada hati yang pernah berharap,
karena diri ini mungkin pernah memberikan harapan dan janji
ataupun isyarat  yang sempat tersalah artikan
Tiada maksud hati untuk menyakiti

Diri yang hina ini hanya ingin menyambung dan memperpanjang tali silaturahmi
Subhanallah, maha suci Allah
Hanya Dia yang maha tau maksud hati ini sebenarnya
Minggu, 19 Juni 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar