Selasa, 11 Desember 2012

Pencegahan post-power syndrome


Ada beberapa nasihat psikolog untuk menghindarkan diri dari post-power syndrome.
     1.        Pada saat melakukan suatu pekerjaan atau sebelum menjabat, perlu disadari bahwa segala sesuatu adalah karunia dari Tuhan termasuk kekuasaan dan jabatan.
2.      Kekuasaan itu tidak bersifat permanen sehingga harus mempersiapkan diri apabila suatu saat kuasa itu lepas. Pribadi yang siap akan menjadi pribadi yang lebih tahan dalam menghadapi krisis ini.
3.     Sebaiknya selama memegang jabatan, tidak hanya memikirkan bagaimana cara untuk memertahankan kekuasaan, tetapi memikirkan bagaimana cara untuk melakukan kaderisasi/ regenerasi. Penghargaan akan diberikan bukan karena kekuasaan yang dimiliki, tetapi karena telah melakukan suatu regenerasi yang baik.
4.      Perlu selalu ditanamkan bahwa tujuan kekuasaan bukanlah agar kita dihargai oleh orang lain, tetapi supaya kita dapat berbuat lebih banyak bagi kesejahteraan orang lain.

Menghadapi semuanya dengan sudut pandang positif sangatlah penting. Dengan demikian, kita terhindar dari sikap berburuk sangka yang justru bisa merusak mood kita. Kita pun tetap bahagia dengan apa yang kita punya sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar