Minggu, 14 Oktober 2012

Goresan tinta untuk calon suami



Anonim

Entah angin apa yang bertiup malam ini, membuatku begitu berani mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah ku kenal..
Aku sebenarnya tidak berniat untuk memperkenalkan diriku kepada siapapun.. Apalagi mengumbar sesuatu yang hanya kukhususkan untukmu sebelum tiba waktunya..

Kehadiranmu yang menuntut sesuatu yang kujaga rapi selama ini semata-mata untukmu, itulah hati dan cintaku, membuatku tersadar dari lenaku yang panjang..


Aku telah dididik sejak kecil agar menjaga mahkota diriku, karena Allah telah menetapkanya untukmu suatu hari nanti.. Jadi kau telah mewujud dalam diriku sejak dulu..
Sepanjang umurku ini aku menutup pintu hatiku untuk para lelaki karena aku tidak mau ada penghalangmu dalam mengenaliku.. Karena aku tidak menghendaki lelaki lain selain dirimu..

Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki lain, biar aku cantik hanya dimatamu karena aku hanya boleh dimiliki olehmu seorang.. Pun demikian aku tidak ingin kau memandang perempuan lain..

Andai ku menginginkan lelaki yang baik menjadi suamiku, aku perlu menjadi perempuan yang baik untuknya.. Seperti janji Allah, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik..

Aku hanya wanita biasa yang ingin disayangi dan menyayangi, namun tiap kali perasaan itu datang aku mengingatkan diriku untuk menjaga perasaan itu, karena itu semata-mata hanya untukmu.. Dirimu berhak mendapat kasih yang tulen, bukan yang telah aku bagi-bagikan..

Pernah datang lamaran untukku, namun aku tahu lelaki itu bukan dirimu.. Aku bukanlah hendak memilih-milih pasangan, namun aku juga punya keinginan seperti gadis lain, dilamar oleh lelaki yang dinobat sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah yang satu.. Tidak perlu kau memiliki wajah seindah Nabi Yusuf A.S. yang mampu mendebarkan jutaan hati wanita untuk membuatku terpikat.. Andaikan kaulah jodohku yang telah tertulis di Lauhul Mahfuz, Allah pasti akan meninggikan rasa kasih dalam hatiku, pun hatimu saat pertama kali kita akan bertemu..

Akan tetapi selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, janganlah kita zahirkan perasaan kita, karena kita tidak memiliki hak untuk berbuat begitu.. Bukan kau berikan seluruh cintamu padaku yang kumau, namun cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hati, karena dengan begitu kau akan mencintaiku karena-Nya.. Cinta itu lebih abadi daripada cinta insan biasa.. Semoga cinta itu yang akan mempertemukan kita kembali di syurga..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar