Selasa, 13 November 2012

Hujan bulan November


Mendung begitu indah bersanding dengan teriknya sinar mentari
Angin bertiup dengan ritme yang semakin kencang
Terkadang berhenti, lalu berhembus lagi
Berhembus kencang hingga menggoyang pepohonan yang tampak jumawa.
Rintik kecil mulai berjatuhan disela kesombongan matahari yang enggan bersembunyi dibalik awan hitam
Tanah mulai basah.

Rintik air berubah menjadi curahan hujan
Daun-daun yang lebih dulu basah tak henti bergoyang
Entah riang atau menggigil kedinginan
Sedang angin tak menghentikan hembusannya.
Hujan semakin deras
Selokan mulai terisi,
Mengalir tenang airnya mencari tempat bermuara
Sang kodok berkumandang bersahutan
Menyanyikan gempita suka cita
Ngok.ngok.ngok……
Meramaikan dingin dalam gigil menjelang senja dalam balutan hujan.
Hujan tak kunjung menampakkan tanda akan mereda
Air selokan mulai meluap
Menampakkan warnanya yang kecoklatan
Membawa timbunan sampah yang lama tertahan didalamnya.
Aku termaku menyaksikan, keajaiban selokan yang merubah jernihnya air hujan menjadi coklat kehitaman
Minggu, 4 November 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar